Menampilkan berbagai pengetahuan baru

Postingan

eps.4 tawa

eps.4 tawa

Eps.4                                      Tawa Trap trap  Ku dengar ada suar…
eps.3 berpikir

eps.3 berpikir

Image by : twitter.com                                            eps.3 b…
eps.2 kasihani

eps.2 kasihani

Eps.2                  image by : kompasiana.com                             …
eps.1  Cantiknya Wanita Indonesia?

eps.1 Cantiknya Wanita Indonesia?

Cantiknya Wanita Indonesia?     Image from : facetofeet.com Di…

Search This Blog

Comments

Ad Placement

Slide Show

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor.

Follow Us!

Minggu, 03 Oktober 2021

eps.4 tawa

eps.4 tawa

Eps.4 




                                    Tawa

Trap trap 
Ku dengar ada suara hentakan kaki yang mulai mendekat 
"Woi, tunggu!" 
Ku menoleh ke arah suara itu.
"Yo ndang, reneo (ya cepetan, kesini)"
" Sek, enten(sek, tunggu)."
Dengan sekuat tenaga ia berlari ke arah ku.
"Haduuh, mbok yah ditungguin gitu Lo" 
"Lha kan kamu nggak ngomong tadi" 
"Oh iya" sambil meringis 
"Kamu mau kemana kok ngikut aku?" 
Tanya ku 
"Yahh, ikut kamu aja" 
"Lahh" 
"Yang penting aku nggak gabut. Daripada dirumah aku gabut banget pas Corona kaya gini" 
"Owhh, okelah" 
Ku berjalan dengannya tanpa arah jalan yang jelas. Yahh, memang terkadang aku juga begitu. Suka jalan jalan tapi nggak tahu mau kemana. 
"Eh, ha" tanya nya tiba tiba. "Kamu tadi ngapain, kok tiba tiba melamun?" 
"Yahh, enggak. Cuman kagum aja"
"Kagum?" 
"Yahh kagum karena betapa indahnya alam" 
"Mmm.." 
Lama kemudian kami berdua sudah mulai lelah karena sudah sedari tadi jauh berjalan namun tanpa arah tujuan yang jelas. 
"Kita ke warkop aja yok!" Ajaknya dengan semangat. 
"Hmm.., warkop mana?"
"Yahh, carilah" 
Aku cuma mengangguk di karenakan sedari tadi sudah mulai lelah karena berjalan. Setelah lama mencari warkop akhirnya menemukan juga. 
"Nahh, ini warkopnya." Ungkap nya dengan kegirangan.
"Sek" ku cermati baik baik tulisan menu yang ada di papan hitam yang sepertinya itu adalah harga menu menu minuman yang ada di warkop itu. 
"Cari yang lain aja" ungkap ku sambil mengajak teman ku pindah untuk mencari warkop yang lebih murah.
"Kenapa, ha?" 
"Lha, itu tadi harga nya mahal" 
"Piroan? (berapa an?)".
"25 ribu" 
"Waduhh, iku kopi elit ketok e( itu kopi elit sepertinya)" 
"Iya, tapi masalahnya kantong kita yang nggak elit" celetuk ku padanya. 
Kami terdiam sambil memandangi kantong saku pakaian sendiri sendiri.
Setelah kami terdiam dan akhirnya tertawa dikarenakan betap mirisnya uang kami untuk membeli kopi. Betap bahagianya hidup. Meski kita ada suatu kekurangan akan tetapi di balik itu semua terdapat kesenangan dalam bentuk yang berbeda. Dan kini kami menertawai keadaan kita sendiri. Entah kenapa disaat kekurangan malah justru kita hanya tertawa menertawai keadaan. Betapa sayangnya sang pencipta manusia dan alam. Memberikan suatu gelak tawa dan senyuman disaat ada suatu kekurangan. Dan memberikan suatu ketengan sesaat setelah datang kegundahan. 

Bersambung ~ eps.5

eps.3 berpikir

eps.3 berpikir

    Image by : twitter.com               


                           eps.3 berpikir



Semerbak angin di pagi hari 
Mengikuti hawa angin yang semilir berganti

Ku bawa jaket hitam yang biasa ku pakai saat keluar rumah. 
"Woi, mau kemana ?" 
Tanya orang yang menyapa dari kejauhan.
"Mau jalan jalan" 
"Sendirian?" 
"Yosh" ku jawab dengan semangat di pagi hari. 
Di antara banyak nya momen yang ku suka ialah pagi hari. Karena saat itulah hari telah berganti. Dan diberi kesempatan untuk memperbaiki diri. 
" Alhamdulillah, pagi yang selalu cerah berseri". Mungkin, setiap hari Tuhan langit dan bumi ini ingin menunjukkan akan kuasanya atas langit dan bumi. Dengan setiap apa yang telah diciptakannya didalam nya dan di seluruh alam yang telah diciptakannya. Agar mereka selalu mengingatnya dan mengimaninya bahwa ia akan selalu ada dan tak pernah sesekali pun pernah terpejam dalam melihat kita. Mungkin, setiap hari Tuhan pencipta sekalian alam  berfirman : "lihatlah, akan kuasa ku atas alam. Ku tundukkan matahari dan bulan untukmu Dan kugerakkan ia dengan kuasa ku sendiri", bahwa ada tuhan yang pencipta sekalian alam yang berkuasa sepenuhnya tanpa bantuan dan campur tangan siapapun dalam setiap pergerakan alam keseluruhan. 
ٱللَّهُ ٱلَّذِي رَفَعَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ بِغَيۡرِ عَمَدٖ تَرَوۡنَهَاۖ ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِۖ وَسَخَّرَ ٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَۖ كُلّٞ يَجۡرِي لِأَجَلٖ مُّسَمّٗىۚ يُدَبِّرُ ٱلۡأَمۡرَ يُفَصِّلُ ٱلۡأٓيَٰتِ لَعَلَّكُم بِلِقَآءِ رَبِّكُمۡ تُوقِنُونَ

Allah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menundukkan matahari dan bulan; masing-masing beredar menurut waktu yang telah ditentukan. Dia mengatur urusan (makhluk-Nya), dan menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), agar kamu yakin akan pertemuan dengan Tuhanmu.
(Surah Ar ra'd ayat 2)

Bersambung ~ eps.4

eps.2 kasihani

eps.2 kasihani

Eps.2

                 image by : kompasiana.com 

                              Kasihani 



Malam yang lalu...
Matahari bersinar padamu...
Untuk mu...
Menyinari mu...
Menghangatkan mu...
Ia tampakkan sinar nya yang indah padamu...
Tuk tunjukkan padamu...
Akan alam yang selalu mendukung dirimu...
Tuk memberi kebaikan pada orang sekitar mu... 
Dengan selembar uang bantuan...
Ataupun sesuap nasi tuk penerus kehidupan...
Sesedikitnya kasih lah ia senyuman dan dukungan...
Bukan suatu hajatan ataupun pengusiran...
Kasihanilah ia dengan belas kasihan...  
Karena ia ingin juga suatu kenikmatan dan hiburan... 

Bersambung ~ eps.3

Jumat, 01 Oktober 2021

eps.1 Cantiknya Wanita Indonesia?

eps.1 Cantiknya Wanita Indonesia?

               Cantiknya Wanita Indonesia?

    Image from : facetofeet.com




Di hari cerah..
Sambil melihat awan yang cerah..
Bersarapankan urap urap turah..
Dari alam yang melimpah..

Ku langkahkan kaki ku warung kopi sambil membayangkan aku masuk tv.
Ku bertanya : "apa aku muat yah masuk tv itu?" Banyol ku dalam hati. Setelah sampai ku sandarkan tubuh ku di dinding yang lapuk. Tak pernah digepuk gepuk apalagi dibekuk karena memang dinding bukanlah seorang kriminal yang mencuri sandal jepit dan kemudian dipenjara 2 tahun oleh hukum protokol tak ber asasi. Kemudian ku bayangkan lagi, andai di warkop bisa sambil tiduran sampai ngorok tenanan (sungguhan) gitukan uenak kaya nya. Benar benar terasa itu nikmat nya. "Maka, nikmat yang manakah yang kamu dustakan?"
Betapa kasih sayang nya Allah SWT. Sampai sampai disisipkan lah pada kita yang namanya ngorok dan ngiler. 
Ngorok menandakan bahwa kita masih benar benar manusia hidup dan masih mampu menyenangkan orang lain dengan takaran syari'at yang baik, seperti memberi beras kepada fakir miskin, bersedekah kepada para yatim, hingga kita melihat mereka tersenyum girang karena bantuan yang yang Allah SWT. Titipkan pada kita yang akhirnya di berikan kepada mereka.
"Hei" ucap seorang yang mengagetkanku. 
"Apa?" Tanya ku dengan bingung. Apakah aku ada salah kah?.
"Aku mau tanya nih" 
"Oh, tak kira mau ngajak jalan jalan" 
Dia bertanya pada ku tentang suatu hal yang aneh :
Kenapa kok di Indonesia banyak sekali wanita dengan beragam taraf kecantikan yang berbeda - berbeda?
Ku sambil nyeletuk : "haeu, justru itulah yang namanya korelasi."
Dia masih bingung. Maka ku lanjutkan : "lha wong di sini ajah banyak orang dengan agama yang beragam, asal ras awal yang beragam, asal dari nenek nenek yang beragam, keyakinan yang beragam, dan bahkan, demit nya pun juga beragam. Makanya, jadilah wanita Indonesia itu begitu berbeda akan taraf kecantikannya. 
Dia manggut manggut tanda paham. 
Lantas ku pun tertawa. Dia pun curiga : "kamu bohongi aku yah? kok ketawa?." 
Ku ucapkan pelan : "aku kentut tadi bro. Cuman ini yang versi silent." 

Bersambung ~  eps.2 Ruang 1.

© ‧ inbook. All rights reserved. Made with ♥ by Jago Desain